Generic Banner

Kisah Time Traveler Orang Yang Mengaku Pernah Menjelajah Waktu

Perjalanan menjelajah waktu, ibarat halnya dalam film Back to the Future, mungkin menjadi dambaan sebagian orang. Karena itulah, beberapa ilmuwan berusaha untuk membuat mesin waktu. Namun hingga kini, masih belum ada yang sanggup membuat mesin secanggih itu. Ternyata, ada orang yang mengaku pernah menjelajahi waktu meskipun tanpa memakai mesin waktu. Mereka tanpa sengaja terlempar ke masa kemudian atau masa depan. Mengenai kebenarannya, masih diragukan, apakah mereka benar sanggup menjelajahi waktu atau hanya ingin mencari sensasi. Berikut ini kisah-kisahnya.

Kisah Al Bielek

 ibarat halnya dalam film Back to the Future Kisah Time Traveler Orang Yang Mengaku Pernah Menjelajah Waktu

Kisah menjelajah waktu yang pertama tiba dari seorang laki-laki yang berjulukan Al Bielek. Al Bielek yakni seorang yang seharusnya menjadi bab dari proyek diam-diam milik pemerintah Amerika Serikat berjulukan Montauk Project. Proyek diam-diam itu dilakukan di Pangkalan Udara Montauk di Long Island, negara bab New York. Pada ketika itu, sekitar tahun 1980-an, Al Bielek mengaku mengikuti beberapa eksperiman ihwal perjalanan lintas waktu. Selama eksperiman, Al Bielek menyampaikan bahwa dirinya telah pergi ke Mars dan beberapa planet lain untuk mengambil energi Terang dan Gelap, serta mengunjungi suatu stasiun penelitian bertarikh tahun 100.000 dan 6.037 SM.

Anehnya, sehabis itu ingatan Al Bielek ibarat dihapus, alasannya ia tak begitu ingat apa yang terjadi selama eksperimen. Namun, sehabis menonton film "The Philadelphia Experiment" pada tahun 1988, bertahap ingatannya kembali. Menurut ingatannya, Al Bielek pernah berada pada tahun 2749. Dia berada pada masa itu selama 2 tahun. Dia menyampaikan bahwa pada tahun tersebut sedang terjadi Perang Dunia III, dan pemerintahan tak lagi ada. Sebagai ganti pemerintahan, dunia pada masa itu diperintah oleh suatu sistem komputer berjulukan Synthetic Intelligence Computer System. Sementara untuk suasana pada tahun tersebut, Al Bielek menyampaikan bahwa kota-kota terapung sudah ada, dan masyarakatnya lebih sosialis dibandingkan sekarang. Sayangnya, tak ada bukti konkrit yang sanggup membenarkan semua perkataan Al Bielek.

Kisah laki-laki dari antah berantah

 ibarat halnya dalam film Back to the Future Kisah Time Traveler Orang Yang Mengaku Pernah Menjelajah Waktu

Kisah perjalanan waktu berikutnya terjadi pada seorang laki-laki yang tak diketahui namanya pada tahun 1954. Saat itu, ia akan melintasi pabean di Bandara Haneda, Tokyo, Jepang. Namun ada dilema yang menghambatnya, sehingga ia menghabiskan banyak waktu di bandara Jepang tersebut. Masalahnya yakni ia mengaku berasal dari negara, yang ternyata tak ada di dunia ini. Diketahui, laki-laki tersebut berasal dari negara yang berjulukan Taured. Menurutnya, Taured terletak di antara Prancis dan Spanyol. Pria itu juga mempunyai paspor dan sejumlah cap imigrasi untuk membuktikannya.

Pihak berwenang mungkin beranggapan bahwa laki-laki tersebut mau ke Andorra, alasannya sehabis melihat peta, ternyata negara Andorra-lah yang paling sesuai dengan deskripsi laki-laki tersebut. Namun sang laki-laki justru kebingungan, alasannya meski lokasinya benar, namun nama negaranya berbeda dengan yang ia maksud. Menurutnya, Taured sudah ada selama setidaknya selama 1.000 tahun.

Karena tidak jelas, pihak berwenang pun memesankan satu kamar hotel untuk laki-laki tersebut selama satu malam. Di luar kamar laki-laki tersebut, terdapat penjaga keamanan, dan paspor milik laki-laki tersebut disimpan di kantor keamanan bandara. Anehnya, keesokan harinya, laki-laki tersebut bersama paspornya sama-sama tak sanggup ditemukan. Pria itu hilang tanpa jejak, begitu pula paspornya. Keberadaan laki-laki ini masih jadi misteri hingga kini. Apakah ia berasal dari masa depan, di mana negara Andorra sudah tak ada lagi, dan digantikan dengan Taured?

Kisah prediksi Perang Dunia II

 ibarat halnya dalam film Back to the Future Kisah Time Traveler Orang Yang Mengaku Pernah Menjelajah Waktu

Kisah yang satu ini dialami oleh seorang wartawan berjulukan J. Bernard Hutton bersama juru foto berjulukan Joachim Brandt pada tahun 1932. Pada ketika itu, mereka ditugaskan untuk melaporkan kisah ihwal galangan kapal di Hamburg, Jerman. Mereka pun mengemudi ke sana, dan melaksanakan wawancara serta mengambil beberapa foto ibarat yang sudah ditugaskan. Saat akan meninggalkan galangan kapal tersebut, mereka ibarat mendengar bunyi pesawat tempur terbang di atas mereka. Mereka melihat ke langit dan kaget melihat langit dipenuhi pesawat tempur. Setelah itu, keadaan berkembang menjadi mencekam, alasannya pesawat tempur itu melaksanakan pemboman.

Hutton dan Brandt tadinya ingin membantu orang-orang yang berada di dalam komplek galangan kapal tersebut, namun seorang penjaga keamanan meminta mereka untuk pergi dari situ semoga selamat. Mereka pun menurutinya, dan bergegas menuju mobilnya dan jalan kembali ke Hamburg. Selama perjalanan, mereka pun diselimuti perasaan aneh. Pasalnya, kini langit kembali cerah, padahal tadi di galangan kapal selama serangan pesawat tempur, langitnya terlihat gelap. Suasana jadi makin asing sehabis mereka berhenti sejenak dan menengok ke arah galangan kapal tempat mereka berada tadi. Sungguh terkejutnya mereka, alasannya mereka melihat galangan kapalnya masih utuh, tak ada asap, bahkan bangunan di sekitarnya juga tak ada yang hancur, semua masih utuh.

Tiba di kantor, mereka pun menilik film alasannya Brandt terus mengambil foto selama serangan berlangsung. Tapi anehnya, foto-foto mereka ketika pemboman terjadi tak pernah ditemukan, alias hilang begitu saja. Bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1943, Hutton hasilnya pindah ke London, Inggris. Saat itu, ia kebetulan membaca suatu dongeng dalam koran yang berisi laporan ihwal serangan skuadron Angkatan Udara Kerajaan Inggris yang dilancarkan ke suatu galangan kapal di Hamburg. Kemungkinan, insiden yang ia lihat pada tahun 1932 itu yakni prediksi akan terjadinya serangan pada tahun 1943. Itu artinya, mereka berdua terlempar ke masa depan selama beberapa saat.

Kisah naik pesawat ke masa depan

 ibarat halnya dalam film Back to the Future Kisah Time Traveler Orang Yang Mengaku Pernah Menjelajah Waktu

Kisah ini terjadi pada Marsekal Udara Sir Victor Goddard, dan dikisahkan pada buku Time Travel: A New Perspective in 1935 karya penulis J. H. Brennan. Dalam buku itu tertulis bahwa Marsekal Udara Sir Victor Goddard mungkin secara tak sengaja terlempar ke masa depan selama beberapa saat. Pada tahun tersebut, Marsekal Udara Sir Victor Goddard ditugaskan untuk menilik satu bandara yang sudah usang tak aktif yang berlokasi di Drem, akrab Edinburgh. Menurut pengamatan Victor, bandara itu sudah rusak parah, dan sudah dipenuhi oleh rumput. Dia pun memutuskan untuk pulang alasannya tak ada lagi yang sanggup ia lakukan di sana.

Dalam perjalanan kembali, ternyata cuaca berubah jadi buruk, dan ia pun terpaksa kembali ke bandara Drem. Anehnya, begitu kembali ke bandara Drem, cuaca kembali cerah. Lebih asing lagi, begitu tiba di bandara Drem, bandara tersebut terlihat jadi lebih baik, dan terlihat beberapa mekanik berpakaian jalan masuk warna biru sedang memperbaiki pesawat warna kuning. Victor tak mungkin renovasi sanggup dilakukan secepat itu, mengingat ia gres beberapa menit dari sana. Selain itu, yang bikin Victor bertanya-tanya yakni para mekanik seharusnya mengenakan seragam warna khaki, dan pesawat yang dipakai Angkatan Udara bukan berwarna kuning, melainkan warna perak.

Sekitar 6 tahun kemudian, ketika sedang berlangsung Perang Dunia II, Victor kebetulan sedang berada di tempat tempat bandara Drem berada. Dia pun melihat pemandangan yang sama pada ketika ia melihat Drem pada tahun 1935, rusak, dan sudah ditumbuhi rumput. Mungkin, ketika berkunjung ke Drem untuk pertama kali, Victor sudah berada di masa depan selama beberapa saat, hingga kembali lagi ke masanya.

Kisah terlempar satu masa selama beberapa detik

 ibarat halnya dalam film Back to the Future Kisah Time Traveler Orang Yang Mengaku Pernah Menjelajah Waktu

Kisah yang terakhir terjadi pada seorang dokter berjulukan Dr. E.G. Moon yang sedang mengunjungi pasiennya, Lord Carson, di Thanet, Inggris. Kejadiannya terjadi pada tahun 1935. Saat itu, Dr. Moon berbincang dengan Lord Carson, dan memperlihatkan petunjuk obat pada juru rawat Lord Carson. Mengetahui tugasnya sudah selesai, ia pun beranjak pulang. Namun begitu kagetnya dia, alasannya mobilnya yang terparkir di depan rumah Lord Carson sudah hilang. Bahkan anehnya lagi, Dr. Moon yang yakin bahwa ia memarkirkan mobilnya itu di akrab semak-semak, mengetahui bahwa semak-semak itu pun ikut lenyap.

Setelah itu, ada laki-laki yang mendekati Dr. Moon. Pria itu mengenakan mantel dan topi yang khas dari masa ke-19. Seketika, Dr. Moon pun teringat pada pasiennya, apakah sesuatu terjadi padanya. Dia pun kembali masuk ke rumah Lord Carson. Sesaat sebelum masuk rumah, Dr. Moon sempat menengok kembali ke arah belakangnya, dan ternyata kendaraan beroda empat dan semak-semaknya sudah kembali ada. Hanya saja, laki-laki berpakaian kuno yang tadi mendekatinya sudah tak ada. Mungkin saja ia sempat terlempar ke satu masa sebelumnya selama beberapa detik.

Itulah kisah beberapa orang yang pernah menjelajah waktu. Menurut kalian, apakah kejadian di atas itu nyata?

referensi:
https://www.liputan6.com/global/read/2971341/kisah-aneh-7-orang-yang-mengaku-berpetualang-menembus-waktu

Sumber https://www.anehdidunia.com

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments